27 July

Bagaimana Cara Menghitung Pengobatan Anti Rayap Metode Semprot vs. Injeksi?

Daftar Isi

Pelajari Bagaimana Cara Menghitung Pengobatan Anti Rayap Dengan Rincian yang tepat

1. Metode Semprot

Untuk metode ini paling efektif digunakan saat bangunan belum jadi sehingga obat bisa disemprotkan ke arah tanah dan fondasi sebagai pencegahan. Selain itu Anda juga bisa meminta untuk menyemprotkan ke area di sekeliling rumah agar tercipta barrier sehingga rayap pun tidak dapat mendekat, untuk perhitungannya:

  • Ketahui luas area

Yang dimaksudkan dengan area di sini adalah area tanahnya bukan bangunannya karena dilakukan saat hunian baru dibangun sehingga yang akan disemprot adalah fondasinya.

Jadi Anda harus menghitung luas tanah yang ada misalnya 6mx12m sehingga luas area yang digarap adalah 72m2

Untuk bangunan 2 lantai jika memang menggunakan lantai kayu maka area di lantai atas juga harus diperhitungkan misalnya berukuran 30m2 sehingga luas totalnya adalah 102m2.

  • Ketahui kebutuhan cairan

Setelah diketahui luas yang harus diseprot sekarang Anda harus menghitung berapa banyak kebutuhan cairan yang akan digunakan. Agar tetap efektif maka secara standar industri sudah ditentukan sebanyak 5 liter untuk setiap m2 area yang akan disemprot.

Jadi berdasrakan luas area yang sudah didapatkan sebelumnya maka Anda memerlukan cairan sebanyak 5L x 102 = 510 liter cairan. Mungkin jumlah ini terlihat banyak namun tidak usah khawatir karena sebagian besar kandungan cairan tersebut adalah air.

  • Memperhitungkan jumlah obat

Jasa pembasmi rayap biasanya memiliki cairan anti rayap khusus dalam bentuk konsentrat yang tinggal dilarutkan saja dengan air sebelum digunakan. Untuk perbandingannya sesuai standar industri adalah 1:50 jadi jika digunakan 1 liter obat maka Anda harus menambahkan 50 liter air.

Sekkarang andatinggal menghitung kebutuhan obat dengan menggunakan perhitungan kebutuhan cairan sebelumnya yaitu 510L:50= 10.2 liter obat. 

  • Perhitungan biaya.

Untuk biayanya sendiri terdiri dari 2 hal yang perlu dihitung yaitu biaya obat dan biaya jasa. Jadi jika memang berniat Anda bisa saja membeli obatnya sendiri untuk menyemprotkan cairan secara mandiri sehingga tidak diperlukan biasa jasa penyemprotan.

  1. Biaya obat

Untuk biaya obatnya berkisan antara Rp110.000-625.000/liter tergantung kualitas yang dicari namun disarankan unttuk menggunakan bahan yang premium agar lebih efektif. 

Bahan premium carilah yang menggunakan Fipronil yang memang sangat efektif namun harganya juga cukup tinggi yaitu sekitar Rp520.000-625.000/liter. Jadi jika kita ambil harga terendahnya maka biaya obatnya menjadi 10.2 x Rp520.000 = Rp 5.304.000

  1. Biaya jasa

Jika memang ingin menggunakan jasa profesional yang sudah berpengalaman sehingga bisa menentukan area semprot yang paling efektif maka biasanya akan dihitung secara /m2 dengan kisaran Rp10.000-25.000/m2.

Menggunakan range yang paling kecil dan perhitungan luas area sebelumnya jadi biayanya adalah 102×10.000 = Rp 1.020.000.

Jadi jika menggunakan saja profesional sekarang tinggal menjumlahkan biaya jasanya dengan biaya obatnya yaitu Rp 5.304.000 + Rp 1.020.000 = Rp 6.324.000.

2. Metode Injeksi

Untuk metode ini paling efektif digunakan saat bangunan sudah jadi sehingga obat akan dimasukkan secara injeksi ke dalam tanah untuk menciptakan barrier di sekeliling rumah untuk perhitungannya bisa dipergunakan:

  • Hitung perimeter bangunan

Karena bangunan sudah dibangun jadi yang bisa diinjeksi adalah area di sekeliling bangunan. Karena itulah untuk menghitungnya Anda pertama harus mencari tahu terlebih dahulu ukuran kelilingnya sebagai perimeter. 

Namun untuk menghintungnya Anda harus menggunakan satuan meterlari jadi bisa dilakukan perhitungan dengan rumus (p+l)x2 dengan contoh sebelumnya jadi ditemukan hasil (6+12)x2=36meterlari

  • Hitung kebutuhan cairan

Sekarang saatnya mencari tahu bagaimana cara menghitung pengobatan anti rayap untuk metode ini memang sedikit berbeda karena cairannya akan diinjeksikan ke beberapa titik yang ada di sekeliling rumah. Biasanya untuk membuat lubang tersebut diberi jarak setiap 30-50cm dan untuk larutan yang dibutuhkan sebanyak 1.5-2.5L untuk setiap titiknya.

Jadi untuk setiap meterlarinya Anda akan membutuhkan larutan sebanyak 3-5L yang akan digunakan untuk 2 titik berjarak 50cm. Menggunakan ukuran perimeter sebelumnya maka bisa dibuat perhitungan yaitu dengan mengalikan keliling bangunan dengan kebutuhan cairannya. Maka Anda akan mendapatkan angka sebesar 36×5=180liter.

  • Perhitungan biaya.

Untuk bagian ini pada dasarnya masih sama saja tetapi yang berbeda adalah biaya jasa yang memang lebih besar. Alasannya adalah karena proses kerjanya yang melibatkan pengeboran sehingga lebih sulit dibandingkan metode semprot.

  1. Biaya obat

Masih menggunakan prinsip yang sebelumnya maka kita bisa memperoleh jumlah kebutuhan obat sebesar 180:50=3,6liter obat, Sehingga untuk biaya obatnya bisa dihitung sebesar 3,6x Rp520.000 = Rp 1.872.000

  1. Biaya jasa

Karena perlu melakukan pengeboran maka biasanya untuk biaya jasanya sekitar Rp30.000-60.000/meterlari. Sehingga Anda bisa menghitung besaran biayanya berdasarkan ukuran sebelumnya yaitu 36xRp30.000= Rp108.000.

Yang perlu diingat adalah biaya ini hanya mencakup titik di sekeliling hunian saja untuk titik yang adanya di dalam hunian bisa lebih mahal karena perlu mengebor lantai keramik.

Maka untuk biaya total yang harus Anda siapkan yaitu 1.872.000 + Rp108.000 = Rp 1.980.000 sehingga sedikit lebih terjangkau dibandingkan metode sebelumnya. Tetapi metode ini lebih efektif digunakan untuk pencegahan sebelum rayap aktif di dalam rumah.

Metode Semprot vs Injeksi Kapan Waktu Penggunaannya?

Setelah Anda mengetahui bagaimana cara menghitung pengobatan anti rayap mungkin Anda juga mau tahu kapan waktunya menggunakan metode tersebut. Jika tertarik Anda bisa melihat beberapa waktu berikut sebagai pertimbangan saat memilih metodenya yaitu:

1. Metode Semprot

  • Lebih efektif dilakukan saat bangunan masih dalam tahap konstruksi supaya penyemprotan bisa langsung diarahkan ke area pondasi.
  • Bisa juga dilakukan sebelum pemasangan lantai sehingga tanah di bawahnya bisa disemprot dulu untuk menciptakan barrier.
  • Saat memasang rangka jika terbuat dari kayu maka sebaiknya bagian rangka juga harus disemprot terlebih dahulu baru setelah selesai bisa dipasang plafonnya.

2. Metode Injeksi

  • Jika dirasa ada rayap yang mulai muncul Anda bisa menginjeksi area di sekitar tempat tersebut untuk memusnahkannya
  • Untuk rumah yang sudah jadi lebih baik dilakukan injeksi setiap 5tahun agar barrier tetap bertahan sehingga rayap tidak bermunculan
  • Proses renovasi juga merupakan saat yang tepat untuk melakukan metode injeksi apalagi jika Anda berencana untuk mengganti keramik dengan yang baru

Dengan mengetahui waktu yang tepat, Anda juga bisa memilih metode mana yang lebih efektif untuk membasmi rayap sesuai kondisinya. Setelah memahami cara menghitung pengobatan anti rayap, Anda pun dapat mempertimbangkan apakah perlu menggunakan Jasa Pembasmian Rayap Profesional atau cukup melakukan penanganan mandiri.

Penanganan oleh tenaga profesional umumnya lebih optimal karena didukung pengalaman dalam menghadapi berbagai tingkat infestasi. Mereka dapat menentukan titik injeksi yang tepat serta merekomendasikan metode treatment yang paling sesuai dengan kondisi lapangan. Jika membutuhkan bantuan, Anda dapat menghubungi Bintoro Pest di 0822-1030-5555 atau melalui email marketing@bintoropest.co.id agar tim dapat melakukan inspeksi dan penanganan yang tepat pada hunian Anda.

Seberapa bermanfaatkah postingan ini?

Klik bintang untuk menilainya!

Peringkat rata-rata 0 / 5. Jumlah suara: 0

Belum ada suara sejauh ini! Jadilah yang pertama menilai posting ini.

We are sorry that this post was not useful for you!

Let us improve this post!

Tell us how we can improve this post?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This field is required.

This field is required.