About pestbintoro

Cara Membuat Disinfektan Dengan Dettol Yang Beraroma Sehat

Anda wajib tahu cara membuat disinfektan dengan Dettol untuk disinfektan yang lebih berkhasiat. Dettol adalah antiseptik yang memiliki aroma sehat sehingga siapa pun akan menyukainya. Bisa menjadi alternatif menarik untuk membuat disinfektan dengan aroma yang lebih nyaman. Baca juga macam-macam campuran disinfektan selengkapnya.

 

Cara Membuat Disinfektan Dengan Dettol Yang Beraroma Sehat

1. Sterilisasi tempat sampah

Manfaat pertama dari antiseptik ini adalah untuk sterilisasi tempat sampah. Perlu diketahui bahwa tempat sampah meskipun sudah tidak terisi sampah namun bakteri dan kumannya masih tertinggal. Gunakan larutan cairan Dettol untuk sterilisasi setelah pembersihan tempat sampah.

Anda bisa mencuci tempat sampah terlebih dahulu menggunakan sabun untuk membersihkan kotorannya. Kemudian pada bilasan terakhir baru bisa menggunakan larutan Dettol agar lebih steril. Lakukan proses pembersihan ini minimal dua kali dalam seminggu.

2. Sterilisasi kamar mandi

Manfaat dari cara membuat disinfektan dengan Dettol terbaik yang kedua adalah untuk sterilisasi kamar mandi. Dettol cukup ampuh untuk meluruhkan kuman yang ada di kamar mandi. Kamar mandi adalah sarangnya bakteri dan jamur sehingga perlu adanya proses sterilisasi untuk mengamankannya.

Anda bisa membersihkan kamar mandi dua kali dalam seminggu menggunakan larutan pembersih lantai. Untuk bagian yang berkarat atau sulit dibersihkan lebih baik gunakan cuka atau lemon. Kemudian bilas sampai bersih, gunakan larutan Dettol untuk bilasan terakhir sebagai proses sterilisasinya.

 

Baca Juga : Cara Membuat Disinfektan Dari Bayclin Untuk Sterilisasi

 

3. Sterilisasi pada luka

Larutan Dettol tidak hanya bisa digunakan untuk membersihkan wadah atau tempat saja namun bisa juga untuk luka. Dalam luka terdapat banyak bakteri kuman yang harus dibersihkan untuk mencegah adanya infeksi. Jika tidak dibiarkan dan langsung diobati tentu akan menghambat proses penyembuhannya.

Luka yang bisa dibersihkan menggunakan Dettol ini adalah goresan, gigitan serangga atau luka ketika jatuh. Anda bisa melarutkan Dettol pada wadah dan air, kemudian gunakan kapan untuk membersihkan lukanya. Pembersihan luka ini memang sakit namun bisa membuat luka cepat sembuh.

4. Penghilang bau kaki

Adanya bau yang tidak enak pada bagian tubuh disebabkan adanya kuman bersarang. Jika dibiarkan akan menyebabkan produksi keringat dan bau badan yang menyengat. Salah satu anggota tubuh yang sering menyisakan bau adalah kaki. Terlebih bagi yang sering menggunakan kaos kaki dan sepatu.

Kaki yang terbungkus terlalu lama dengan kaos kaki dan sepatu akan menyebabkan kelembapan. Kelembapan yang terjadi bisa memicu tumbuhnya jamur dan kuman dalam kaki. Inilah yang membuat aromanya menjadi tidak sedap. Anda bisa membersihkan kaki menggunakan rendaman larutan Dettol.

Lakukan perendaman kaki secara rutin minimal dua kali dalam seminggu untuk menghilangkan baunya. Dettol mampu menghilangkan kuman penyebab bau pada kaki sehingga lebih steril dan sehat. Apalagi kaki adalah bagian tubuh yang banyak menginjak tanah dan lantai penuh kuman.

5. Mandi

Ketika sedang beraktivitas cukup padat tentu tubuh menghasilkan keringat dan bau tidak sedap. Mandi dengan air biasa ternyata tidak cukup untuk mengusir kuman yang bersarang sehingga mandi terasa tidak segar. Anda bisa menggunakan cara membuat disinfektan dengan Dettol terupdate untuk meluruhkan bau dan kumannya.

Gunakan satu tutup botol Dettol ke dalam bak mandi atau tempat tertentu untuk menampung air mandi. Anda bisa melakukan mandi seperti biasa menggunakan sabun, kemudian gunakan larutan Dettol ini untuk bilasan terakhir. Dengan begitu mandinya akan terasa lebih segar dan bebas dari kuman.

6. Sterilisasi popok

Meskipun sudah banyak yang menggunakan jenis popok belian pabrik yang sekali pakai namun masih ada yang menggunakan tipe popok kain. Popok kain ini tentu harus dicuci dan sterilisasi secara optimal agar tetap aman untuk digunakan. Salah satunya adalah menggunakan Dettol.

Popok digunakan untuk menampung buang air kecil yang cukup sering sehingga tampungan kumannya juga ikut banyak. Anda bisa mencuci popok bayi maupun dewasa seperti mencuci popok pada umumnya. Kemudian setelah bersih baru bisa direndam menggunakan larutan Dettol. Dengan begitu kuman yang ada pada popok bisa hilang.

7. Sterilisasi masker dan baju

Bukan hanya untuk sterilisasi pada popok bayi dan dewasa, Dettol juga bisa digunakan untuk sterilisasi masker dan baju. Masker adalah benda penting yang wajib digunakan pada era pandemi ini. Meskipun tersedia masker yang sekali pakai namun untuk berhemat ada yang memakai tipe masker kain agar bisa dipakai berulang kali.

Begitu pula dengan pakaian yang wajib diganti dengan pakaian bersih setelah digunakan pergi keluar beraktivitas. Anda hanya perlu mencuci baju dan masker seperti mencuci pada umumnya. Kemudian setelah dibilas bersih baru bisa direndam menggunakan larutan Dettol ini.

Selain mampu membersihkan dari bakteri dan kuman, cairan Dettol juga memiliki aroma yang sehat. Sehingga ketika digunakan tidak akan mengganggu kenyamanan. Baju dan masker wangi dan terbebas dari kuman.

8. Sterilisasi mainan

Hal berikutnya adalah cara membuat disinfektan dengan Dettol terpercaya untuk mainan anak. Mainan adalah benda yang sering digunakan untuk mainan anak kapan pun diinginkan. Bahkan untuk tipe anak tertentu ada juga yang memasukkannya ke dalam mulut sehingga banyak penyakit yang siap menyerangnya.

Mainan anak sering dipindah-pindahkan dan dijatuhkan sesuka anak sehingga memerlukan sterilisasi untuk membunuh kumannya. Sterilisasi ini bisa dilakukan menggunakan larutan Dettol. Perhatikan dulu kondisi mainannya, jika terlalu kotor lebih baik dicuci terlebih dahulu.

Kemudian buatlah rendaman dar air dan larutan Dettol. Lalu masukkan semua mainan yang ingin disterilkan ke dalam wadah rendaman tersebut. Anda juga bisa membuat dalam bentuk semprotan untuk sterilisasi harian.

9. Sterilisasi gagang pintu

Manfaat Dettol berikutnya adalah bisa digunakan untuk sterilisasi permukaan benda yang sering disentuh, seperti gagang pintu. Untuk membuatnya juga cukup mudah siapkan air, Dettol dan botol spray. Kemudian tuangkan satu tutup botol Dettol ke dalam botol spray dan isi dengan air.

Lakukan penyemprotan setiap hari pada bagian yang sering disentuh secara bersama-sama untuk antisipasi. Kemudian tunggu beberapa saat sampai kuman dan bakterinya mati. Barulah bisa dilap menggunakan lap kering.

10. Sterilisasi lantai

Manfaat lainnya dari larutan antiseptik ini adalah untuk sterilisasi permukaan lantai. Untuk menggunakannya Anda cukup menuangkan satu tutup botol Dettol ke dalam ember berisikan air untuk mengepel. Lakukan pengepelan secara merata ke semua bagian lantai yang diinginkan.

Cara lain untuk lebih hemat penggunanya adalah dengan menempatkan larutan Dettol pada botol yang ujungnya dilubangi. Kemudian semprotkan pada bagian lantai yang akan dipel. Tunggu beberapa saat kemudian geser menggunakan kain pel. Cara ini memang akan membutuhkan waktu yang lama namun lebih efektif.

Cara membuat disinfektan dengan Dettol memang harus digunakan secara maksimal. Mengingat produk antiseptik ini memiliki harga terjangkau dan mudah ditemukan. Anda hanya perlu memiliki satu produk untuk kebutuhan sterilisasi yang lebih merata. Pembuatan disinfektannya juga lebih mudah dan tidak banyak bahan campurannya sehingga tidak ribet. Tetapi jika dirasa masih kurang membuat cairan disinfektan sendiri, Anda bisa memakai jasa disinfektan yang lebih efektif dengan cara Klik Disini.

Cara Membuat Disinfektan Dari Bayclin Untuk Sterilisasi

Anda wajib tahu cara membuat disinfektan dari Bayclin sebagai langkah mudah membuat disinfektan. Era pandemi ini membuat proses sterilisasi harus dilakukan lebih sering dari biasanya. Benda-benda yang sering dipegang seperti gagang pintu, meja dan kursi menjadi sarana penyebaran virus yang harus dibasmi. Salah satunya adalah menggunakan disinfektan.

 

Cara Membuat Disinfektan Dari Bayclin Untuk Sterilisasi

1. Bahan yang diperlukan

Untuk membuat disinfektan tentu Anda membutuhkan beberapa alat dan bahan dalam prosesnya. Hal ini bertujuan untuk membantu kinerja dan efektivitas selama peracikannya. Perlu diketahui bahwa wadah dan botol penyimpanan hanya untuk penggunaan disinfektan saja jangan digunakan untuk lainnya.

Lakukan sterilisasi terlebih dahulu pada semua bahan dan alat untuk menghindari terjadinya kontaminasi yang tidak diinginkan. Untuk cara membuat disinfektan dari Bayclin terbaru bisa menyiapkan, wadah, botol spray dan air untuk mencairkan. Campuran ini bisa digunakan untuk keperluan disinfektan seluruh ruangan.

2. Cara mencampurkannya

Setelah semua bahan dan alat terkumpul maka selanjutnya bisa melakukan proses pencampuran. Adapun langkah yang perlu dilakukan untuk pembuatannya bisa dilihat sebagai berikut:

  • Gunakan alat pelindung diri

Meskipun hanya pemutih pakaian namun jika terkena kulit dan masuk ke area pernafasan jelas menimbulkan efek yang tidak baik. Untuk antisipasi kesehatan maka gunakan alat perlindungan diri seperti masker dan sarung tangan sekali pakai. Selain itu gunakan pakaian dan celana panjang, kalau perlu gunakan sepatu karet.

Bukan hanya dalam proses pencampurannya saja, namun untuk proses pengaplikasian disinfektan lebih baik selalu gunakan alat perlindungan diri. Dengan begitu selain virus dan bakteri hilang, Anda juga tidak akan mendapatkan efek samping yang tidak diinginkan.

Alergi umum yang terjadi ketika disinfektan dari pemutih pakaian ini berkontak langsung dengan kulit adalah gatal-gatal. Jika konsentrasinya cukup banyak bisa menyebabkan ruam dan melepuh pada kulit. Jadi perlu hati-hati dalam proses penggunaan dan penuangannya.

  • Lakukan pencampuran

Cara membuat disinfektan dari Bayclin terpercaya berikutnya adalah melakukan pencampuran. Pencampuran ini bisa dilakukan langsung pada botol semprot maupun terlebih dahulu dilakukan pada wadah lainnya. Namun direkomendasikan untuk langsung mencampur pada botol spray.

Hal ini bertujuan untuk menghindari adanya bakteri lain yang ikut masuk karena perpindahan wadah yang terlalu banyak. Perbandingan campuran yang bisa digunakan adalah satu liter air dan 1000 ml cairan pemutih. Kemudian kocok campuran agar menyatu dengan baik.

  • Langsung gunakan

Campuran yang sudah selesai dibuat lebih baik langsung digunakan agar khasiatnya terjaga dengan baik. Direkomendasikan untuk membuat cairan disinfektan dengan jumlah yang seperlunya saja kemudian langsung digunakan. Cairan pemutih yang sudah dipindah wadah dan dilarutkan akan berubah warna dan aroma.

Sehingga tidak nyaman untuk digunakan lagi. Lakukan penyemprotan pada bagian yang ingin disterilkan, kemudian tunggu beberapa saat sampai kumannya mati. Biasanya waktu tunggu yang bisa dilakukan adalah sekitar satu menitan. Jangan lupa lakukan pembersihan menggunakan handuk untuk menyerap disinfektan dan kuman yang ada pada perabotnya.

 

Baca Juga : 10 Cara Membuat Disinfektan Dengan Bahan Alami Agar Lebih Natural

 

Tips Menggunakan Disinfektan Alami

Selain mengenal cara pembuatan disinfektan dengan pemutih, Anda juga wajib tahu hal penting dalam penggunaan disinfektan ini. Untuk menghindari adanya alergi atau kesalahan direkomendasikan untuk melakukan hal-hal sebagai berikut:

1. Cuci tangan dan ganti pakaian

Lakukan pembersihan pada diri terutama pada kedua tangan sebelum melakukan proses pembuatan maupun penggunaan disinfektan. Hal ini bertujuan untuk menghindari adanya percikan bahan disinfektan dan juga bakteri yang tidak diinginkan. Jangan lupa mengganti pakaian dengan pakaian yang bersih juga untuk berjaga-jaga.

Cuci tangan yang dilakukan harus menggunakan air bersih yang mengalir. Jangan lupa gunakan sabun antiseptik yang bisa membunuh kuman. Selanjutnya rendam pakaian yang baru saja digunakan menggunakan detergen sampai bersih. Kalau perlu Anda bisa mandi untuk melunturkan keringat dan kuman setelah beraktivitas.

2. Gunakan masker dan sarung tangan

Banyak yang masih meremehkan, padahal untuk cara membuat disinfektan dari Bayclin terupdate harus menggunakan masker dan sarung tangan. Sarung tangan dan masker harus yang diakui oleh Kemenkes dan digunakan sekali saja. Jangan menggunakan bahan kain karena masih bisa basah ketika mencampurkan cairan.

Hal ini bisa menghindarkan Anda dari adanya gangguan kesehatan karena bahan kimia untuk disinfektannya. Selain itu yang lebih buruk adalah terjadinya perpindahan bakteri dari perabot ke masker atau sarung tangannya. Menggunakan sarung tangan kain, jika ada cairan yang mengenai tangan masih bisa menembus. Namun jika menggunakan tipe latex jelas bisa lebih aman.

3. Lepas semua alat perlindungan

Jika sudah selesai membuat campuran disinfektan atau melakukan penyemprotan, buang masker dan sarung tangannya. Walaupun terlihat bersih dan tidak berbau direkomendasikan untuk menggantinya dengan yang baru. Bakteri dan kuman atau percikan bahan kimia bisa saja tidak terlihat namun sebenarnya sudah menempel.

Buang langsung ke tempat sampah jangan disimpan di dalam kamar. Anda harus membiasakan kebiasaan ini agar terhindar dari bakteri dan virus.

4. Bersihkan perabot yang kotor

Lakukan pengecekan terlebih dahulu pada semua perabot yang akan disterilkan. Jika dirasa terlalu kotor lebih baik lakukan pembersihan, jangan langsung disterilkan. Pembersihan ini bertujuan untuk mengangkat debu dan kotoran yang menempel jadi cairan disinfektannya bisa bekerja lebih baik.

Anda bisa menggunakan air panas dan detergen untuk kotoran yang cukup membandel. Barulah lakukan penyemprotan secara merata untuk semua permukaan perabotnya. Dengan begitu perabot bisa lebih bersih dan tentunya terbebas dari kontaminasi virus dan bakteri.

5. Semprot berkala

Proses penyemprotan ini harus dilakukan secara rutin setiap hari jika frekuensi sentuhan barang semakin banyak. Dalam proses penyemprotannya juga harus ditunggu sekitar satu sampai lima menitan untuk menunggu bakterinya mati. Barulah bisa dilap untuk menghilangkan sisa disinfektan yang ada.

Penyemprotan ini bisa dilakukan untuk tipe perabot yang mudah dijangkau. Namun jika ternyata sulit Anda bisa menggunakan opsi perendaman. Hanya saja prosesnya menjadi lebih lama dan membutuhkan banyak disinfektan. Bahkan waktu perendaman juga harus diperhatikan jangan sampai merusak permukaan perabot.

6. Lap sampai kering

Banyak orang yang salah paham dalam penggunaan disinfektan. Ada yang hanya menyemprotkannya tanpa mengelap. Padahal setelah didiamkan sesuai waktu yang dibutuhkan harus dilap menggunakan handuk dengan penyerapan yang baik. Pilih bahan handuk yang lembut dan serat baik.

Dengan begitu sisa disinfektan yang ada tidak akan merusak permukaan perabot. Disinfektan dari bahan tertentu memiliki potensi mengikis warna dan memudarkannya. Jadi harus dipastikan disinfektannya benar-benar sudah bersih dari perabot yang disemprot tersebut.

Cara membuat disinfektan dari Bayclin ini memang cukup mudah untuk dilakukan. Bahan utama yang digunakan juga terjangkau jadi bisa digunakan untuk jangka panjang. Masyarakat tentu lebih antusias untuk membuat disinfektan mandiri dan sterilisasi lebih sering. Perabot yang sering disterilisasi menjadi aman untuk digunakan nantinya. Jika mau menggunakan cara lain bisa Klik Disini.

10 Cara Membuat Disinfektan Dengan Bahan Alami Agar Lebih Natural

Disinfektan saat ini sudah bisa dibuat dengan banyak bahan, salah satunya adalah cara membuat disinfektan dengan bahan alami. Disinfektan dari bahan alami tentu memiliki risiko yang ringan dalam pembuatannya. Sehingga masyarakat menjadi lebih antusias untuk melakukan sterilisasi di rumahnya masing-masing.

 

10 Cara Membuat Disinfektan Dengan Bahan Alami Agar Lebih Natural

1. Boraks

Bahan yang banyak disebut sebagai bahan berbahaya ini nyatanya cukup ampuh digunakan sebagai disinfektan. Boraks sebenarnya adalah bahan mineral alami dari bumi hanya saja jika dicampur ke dalam makanan efeknya akan tidak bagus. Boraks juga memiliki sifat yang mudah larut ke dalam air.

Kegunaannya bisa untuk pestisida alami pemberantas hama. Selain itu bisa juga untuk membunuh jamur, bakteri dan virus yang menempel. Bahan ini sebenarnya juga banyak ditemukan dalam ingredients pembersih lantai maupun perabot. Jadi jika menggunakan boraksnya secara langsung maka khasiatnya bisa lebih baik.

2. Minyak essensial

Selain wanginya yang enak, ternyata minyak ini juga bisa dimanfaatkan untuk bahan disinfektan. Cara membuat disinfektan dengan bahan alami terbaik dengan minyak essensial ini adalah dengan melarutkannya. Anda bisa memilih bahan pelarut sesuai kebutuhan seperti pembersih lantai, cuka atau air biasa.

Salah satu jenis minyak essensial yang bagus untuk digunakan adalah lavender. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa minyak ini ampuh untuk membunuh banyak bakteri dan virus. Selain itu aroma dari lavender juga bisa mengusir nyamuk yang mengganggu di dalam rumah. Jadi bisa sekaligus mendapatkan dua manfaat ketika menggunakannya.

 

Baca Juga : Cara Membuat Cairan Disinfektan Agar Hasilnya Lebih Berkhasiat

 

3. Hidrogen peroksida

Meskipun jarang digunakan karena keberadaannya yang lumayan langka dan harganya yang mahal, namun bahan ini juga bagus untuk pembuatan disinfektan. Bahan ini bisa digunakan sebagai antiseptik alami yang bisa membunuh virus dan bakteri yang bersarang.

Termasuk tipe molekul sederhana sehingga bisa mengurai dengan baik tanpa menimbulkan masalah untuk lingkungan. Banyak digunakan juga untuk membersihkan noda membandel yang ada pada pakaian. Kandungan ini sering ditemukan juga pada bahan pemutih pakaian di beberapa merek.

4. Air panas dan uap

Kedengarannya memang mustahil namun bahan sederhana ini ternyata juga bisa digunakan untuk mengusir bakteri dalam rumah. Air panas yang mencapai suhu sampai dengan 100 derajat celcius ternyata mampu menjadi disinfektan dadakan yang mujarab. Disinfektan dari air panas ini mampu membunuh bakteri yang mengganggu kesehatan.

Hanya saja perlu diketahui bahwa disinfektan air panas ini belum ada penelitian lebih lanjut mengenai kemampuannya mengusir virus. Sangat cocok digunakan untuk membersihkan perabot dan tempat-tempat yang rawan sebagai sarang bakteri. Air panas mampu membunuh 99 persen semua bakteri yang bersarang dengan efektif.

5. Jeruk lemon

Cara membuat disinfektan dengan bahan alami terpercaya kelima adalah menggunakan jeruk lemon. Jeruk lemon memiliki kandungan asam yang cukup tinggi sehingga bisa mematikan bakteri dan jamur. Bahan ini banyak digunakan sebagai campuran sabun cuci piring dan juga pembersih lantai.

Kemampuannya menghilangkan kerak dan karat juga tidak perlu diragukan lagi. Hanya saja untuk bahan tunggal sebagai disinfektan belum begitu bagus khasiatnya. Anda harus memadukannya dengan bahan lain seperti alkohol untuk membuat perabot rumah bersih dan aman dari virus.

6. Jeruk

Selain lemon buah masam berikutnya yang bisa dijadikan campuran disinfektan adalah jeruk. Jeruk memang tidak memiliki keasaman tinggi seperti lemon namun aromanya lebih segar. Sangat cocok digunakan sebagai pewangi alami dalam pembuatan disinfektan.

Anda bisa menambahkan sari jeruk pada olahan disinfektan sebelum digunakan. Dengan begitu aroma campuran disinfektan yang kurang sedap menjadi tersamarkan dengan baik. Selain itu, sari jeruk juga memiliki khasiat cukup baik dalam membersihkan kotoran dan bakteri dalam objeknya.

7. Cuka putih

Masih dengan bahan yang memiliki tingkat keasaman yang tinggi, cuka putih juga banyak dipakai untuk kebutuhan pembersihan. Cuka putih memiliki kadar keasaman yang lebih baik dibandingkan cuka jenis lainnya. Cuka juga bisa membersihkan kotoran yang menempel dan mengembalikan perabot seperti baru.

Banyak dipakai untuk kebutuhan membersihkan bakteri seperti e-coli dan kuman lain yang menempel. Biasanya dipadukan dengan penggunaan soda kue untuk menghasilkan formula efektif pembersihan rumah. Namun belum ada penelitian yang mengatakan bahwa campuran ini mampu menangkal virus jenis corona. Anda membutuhkan bahan lain yang membuatnya ampuh untuk menangkal virus.

8.Spiritus

Bahan yang kedelapan untuk membuat disinfektan adalah spiritus. Bahan ini banyak dipakai untuk pelengkap pembuatan handsinitizer dengan alkohol 70 persen. Kegunaannya adalah menghilangkan bau dan kuman yang ada pada tempat yang digunakan.

Bahan ini juga cukup mudah untuk ditemukan sehingga cocok sebagai campuran pembasmi bakteri dan virus di dalam rumah. Selain untuk disinfektan, bahan ini banyak dipakai untuk keperluan pembersihan mendalam. Cocok untuk meluruhkan kran air, panci dan perabot lain yang sudah berkarat dan memiliki noda membandel.

9. Pemutih pakaian

Cara membuat disinfektan dengan bahan alami terupdate berikutnya adalah menggunakan pemutih pakaian. Pemutih pakaian memiliki bahan aktif yang mampu membunuh virus dan bakteri cukup baik. Bahan ini banyak dipakai karena lebih praktis dan tidak membutuhkan bahan tambahan selain air untuk membuatnya.

Anda hanya perlu memberikan takaran yang sesuai untuk memastikan disinfektan yang dibuat bekerja dengan baik. Umumnya takaran yang digunakan adalah satu tutup botol pemutih dengan lima literan air. Ukuran ini cukup digunakan sebagai bahan sterilisasi rumah dan perabot secara keseluruhan.

Bahan penting dalam pemutih ini beragam konsentrasinya, ada yang hanya 2,5 persen dan ada yang mencapai 5 persen. Untuk mendapatkan bahan aktif yang lebih banyak jangan lupa selalu membaca kandungan bahan di kemasannya.

10. Pembersih lantai

Bahan yang satu ini juga banyak dipilih untuk pembuatan disinfektan karena semua komponen yang dibutuhkan sudah lengkap. Pembersih lantai memiliki anti bakteri virus dan juga aroma yang bisa dipilih. Anda bisa menyesuaikan wangi yang diinginkan untuk ruangan sesuka hati.

Masukkan dua tutup botol pembersih lantai dengan air sebanyak lima literan. Campuran ini kemudian bisa digunakan untuk merendam perabot atau digunakan sebagai semprot disinfektan. Hasilnya lebih melimpah jadi direkomendasikan untuk membuat seperlunya saja karena jika disimpan terlalu lama aromanya akan hilang.

Anda boleh menyetok persediaan disinfektan, namun untuk penggunaan bahan alami ini lebih baik membuat dadakan sebelum digunakan. Bahan yang sudah tercampur dengan air maupun pencair lainnya cenderung tidak bisa bertahan lama. Jadi lebih baik menyimpannya dalam bentuk bahan asli tanpa campuran.

Cara membuat disinfektan dengan bahan alami cukup mudah dan murah untuk dilakukan. Bisa digunakan sebagai alternatif khusus proses sterilisasi rumah dengan cara yang jauh lebih natural. Mengenai khasiat yang diberikan, tentu tidak perlu diragukan lagi asalkan takaran dan campurannya pas maka disinfektan bisa bekerja dengan baik. Anda bisa melakukan sterilisasi setiap hari dengan mudah demi menjaga kesehatan keluarga. Jika Anda membutuhkan referensi lain bisa dengan cara Klik Disini.

Cara Membuat Cairan Disinfektan Agar Hasilnya Lebih Berkhasiat

Cara membuat cairan disinfektan bukanlah yang sulit jika komposisi penggunaan setiap bahannya sudah diketahui. Apalagi saat ini bahan campurannya bisa ditemukan dengan mudah di minimarket. Jelas semakin mendukung proses pembuatan disinfektan mandiri yang lebih hemat budget.

 

Cara Membuat Cairan Disinfektan Agar Hasilnya Lebih Berkasiat

1. Sesuaikan dengan takaran

Hal pertama yang harus diperhatikan dalam pembuatan disinfektan adalah kesesuaian setiap takaran dari bahan yang digunakan. Sebagai contohnya ketika menggunakan cairan pemutih sebagai bahan utama perhatikan kandungan pembasmi virus di dalamnya.

Anjuran takaran yang harus digunakan adalah mengikuti perbandingan 100 : 1. 100 untuk ukuran airnya sementara 1 adalah ukuran untuk cairan pemutihnya. Perbandingan ini dirasa sudah cukup untuk membuat disinfektan mandiri dalam membersihkan kuman pada perabot rumah.

2. Perhatikan penggunaan bahan kimianya

Hal berikutnya mengenai cara membuat cairan disinfektan terbaik adalah penggunaan bahan kimia di dalamnya. Pencampuran bahan kimia yang tidak sesuai prosedur justru akan menyebabkan reaksi kimia yang membahayakan. Jadi untuk orang awam lebih baik fokus dengan satu bahan kimia saja.

Jika Anda memilih menggunakan cairan pemutih maka jangan sekali-kali mencampurnya dengan bahan lainnya. Cairan pemutih yang dicampur dengan air sudah cukup untuk membersihkan perabot dari virus.

 

Baca Juga : Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Cara Membuat Disinfektan Dari Wipol

 

3. Periksa kandungan bahan

Hal ketiga yang wajib dilakukan adalah selalu memeriksa kandungan yang ada pada bahan yang digunakan. Saat ini sudah banyak bahan pemutih yang bisa dipilih sesuai merek dan harganya. Namun yang terpenting adalah mengenai kandungan yang memenuhi standar pembuatan disinfektan itu sendiri.

Umumnya setiap cairan pemutih memiliki kandungan antara 2,5 sampai dengan 5 persen bahan khusus di dalamnya. Direkomendasikan untuk memilih bahan cairan pemutih yang memiliki kandungan tertinggi agar hasilnya lebih maksimal. Sempatkan membaca sebelum membeli untuk mendapatkan produk yang sesuai.

4. Hindari kontak dengan bahan organik

Hal penting keempat dalam pembuatan disinfektan ini adalah menghindari adanya kontak langsung dengan bahan organik. Bahan organik ini bisa berupa kotoran serangga, debu yang menempel atau hal lainnya yang tidak termasuk dalam bahan disinfektan.

Untuk mengantisipasinya jangan lupa selalu bersihkan wadah pencampuran disinfektan agar selalu steril. Kemudian sebelum pengaplikasiannya pada perabot lebih baik bersihkan perabot terlebih dahulu. Barulah lakukan penyemprotan, hal ini membuat kinerja dari disinfektan menjadi lebih efektif.

5. Hindari penggunaan air panas

Tips selanjutnya untuk cara membuat cairan disinfektan terbaru adalah menghindari penggunaan air panas. Air panas menimbulkan reaksi yang berlebihan untuk bahan kimiawi sehingga perlu dihindari. Selain itu air panas juga akan merepotkan sewaktu pemindahan disinfektan ke wadah semprotan.

Anda memerlukan waktu lebih banyak untuk menunggunya dingin. Hal ini bisa meningkatkan risiko adanya kontaminasi dari serangga maupun bahan lain yang mengganggu kinerjanya. Lebih baik gunakan air dingin untuk mempersingkat waktu dan mengurangi risiko pencampurannya.

6. Masa berlaku produk

Hal berikutnya yang perlu diperhatikan adalah selalu cek masa kadaluwarsa dari produk yang digunakan. Layaknya bahan pemutih, karbol maupun pembersih lantai untuk disinfektan memiliki masa simpan yang terbatas. Jadi sebelum digunakan lebih baik dicek dahulu.

Cairan yang kadaluwarsa sudah berkurang khasiatnya dan bahkan menimbulkan efek samping yang tidak baik. Selain itu dari segi aroma yang sudah tidak enak sehingga tidak akan nyaman untuk digunakan. Simpanlah bahan sewajarnya saja untuk menghindari daya simpan yang terlalu lama.

Aturan Pembuatan Disinfektan Mandiri Dengan Benar

Untuk membuat disinfektan mandiri tentu membutuhkan beberapa hal yang perlu disiapkan seperti di bawah ini:

1. Komposisi bahan yang dibutuhkan

Pembuatan disinfektan saat ini bisa dilakukan dengan bahan pembersih yang ditemukan di minimarket. Anda bisa mencampurkannya dengan air maupun alkohol dengan komposisi yang tepat. Dalam hal ini bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan disinfektan adalah

  • Pembersih lantai
  • Alkohol
  • Pemutih pakaian
  • Karbol

2. Pembuatan campuran cairan

Perlu diketahui bahwa cara membuat cairan disinfektan terpercaya ini beragam bentuknya tergantung campuran yang digunakan. Untuk memudahkan pemilihan bahan dan takaran yang sesuai Anda bisa melihat masing-masing campuran sebagai berikut:

  • Karbol

Campuran pertama ini menggunakan bahan karbol sebagai bahan utamanya. Untuk membuatnya takaran untuk karbol yang dibutuhkan adalah sekitar 10 tutup botol karbol. Kemudian larutkan dengan air sebanyak satu literan saja. Jangan lupa diaduk kemudian pindahkan pada wadah semprot agar lebih mudah saat digunakan.

Direkomendasikan untuk membuat cairan sesuai kebutuhan sekali sterilisasi pada seluruh perabot dalam rumah. Hal ini untuk menghindari penyimpanan disinfektan yang terlalu lama.

  • Pembersih lantai

Jika tidak menyukai aroma dari karbol, Anda tidak perlu khawatir karena bisa menggunakan pembersih lantai untuk bahan pembuatannya. Pembersih lantai memiliki varian aroma yang lebih banyak dan segar untuk ruangan. Untuk takaran yang dibutuhkan adalah sekitar satu tutup botol saja. Sementara untuk melarutkannya bisa menggunakan air sebanyak lima literan.

Disinfektan yang dihasilkan dari pembersih lantai ini cenderung lebih banyak. Jadi perhatikan juga mengenai daya simpan dan perubahan aroma yang terjadi. Jika warna dan aroma dari campurannya sudah berubah lebih baik tidak lagi digunakan.

  • Pemutih pakaian

Campuran ketiga yang bisa digunakan adalah cairan pemutih. Cairan pemutih tidak memiliki warna dan aroma namun ada juga yang menambahkannya. Anda bisa menggunakan perbandingan yang sesuai untuk melarutkannya pada air. Bahan cairan pemutih ini lebih keras dibandingkan bahan lainnya.

Cairan pemutih ini jika terlalu banyak bisa merusak warna dari perabot atau hal lain yang disterilkan. Jadi perbandingannya cukup satu takaran tutup botol saja. Sementara air untuk melarutkannya sebanyak lima literan. Perbandingan ini cukup ampuh untuk membersihkan perabot dari virus.

Cairan pemutih ini juga harus diperhatikan perbandingan bahan yang ada di dalamnya. Jika sebanyak 2,5 persen maka bisa menggunakan campuran lebih banyak dari perbandingan sebelumnya. Hanya saja jika sudah memenuhi 5 persen maka bisa langsung menggunakan perbandingan yang ada.

Intinya semakin tinggi kandungan dari cairan pemutih yang digunakan maka perbandingan penggunaannya jauh lebih sedikit. Itulah mengapa pentingnya selalu mengecek kandungan bahan pemutih sebelum membeli. Bahan aktif yang banyak membuat penggunaannya semakin hemat juga.

  • Alkohol

Jika Anda memiliki budget yang lebih banyak maka bisa menggunakan alkohol untuk proses sterilisasi. Alkohol yang bisa digunakan adalah yang memiliki konsentrasi sebanyak 70 persen. Konsentrasi ini mampu membersihkan lebih maksimal dan antisipasi kontaminasi penyebaran virus.

Alkohol juga banyak digunakan untuk campuran pembuatan sterilisasi yang lebih aman seperti handsinitizer. Tempat pembeliannya yang harus terdaftar dan tidak sembarang toko menyediakan membuat bahan ini jarang dipilih untuk disinfektan.

Cara membuat cairan disinfektan ini adalah langkah yang tepat untuk memutus rantai penyebaran virus. Dengan tersedianya disinfektan yang melimpah maka masyarakat menjadi lebih mudah untuk melakukan sterilisasi. Yang terpenting adalah selalu menjaga kebersihan dan keamanan diri selama proses pembuatannya. Hal ini juga akan membuat hasilnya jadi lebih berkhasiat. Anda juga bisa melihat macam-macam campuran disinfektan dan prose pembuatannya dengan cara Klik Disini.

Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Cara Membuat Disinfektan Dari Wipol

cara membuat disinfektan dari wipol

Disinfektan adalah salah satu bahan yang wajib ada untuk sterilisasi rumah dari virus dan bakteri. Namun Anda tidak perlu khawatir untuk mendapatkannya karena saat ini bisa menggunakan cara membuat disinfektan dari Wipol ala Bintoro Pest. Proses pembuatannya juga sangat mudah dan cepat untuk penggunaan dalam jumlah banyak sekalipun.

 

Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Cara Membuat Disinfektan Dari Wipol

1. Bahan yang dibutuhkan

Untuk bisa menghasilkan disinfektan yang bagus tentu dibutuhkan komposisi bahan yang sesuai. Ada empat bahan penting yang tidak boleh dilupakan untuk membuat proses pembuatannya menjadi lancar. Bahan yang dibutuhkan berupa botol penyimpanan, wadah pencampuran, air dan Wipol.

Wipol sendiri saat ini sudah banyak variannya jadi Anda bisa memilih aroma yang disukai. Hanya saja lebih direkomendasikan untuk menggunakan varian cemara karena memiliki kandungan pembersih bakteri lebih banyak. Takaran yang digunakan nantinya bisa lebih sedikit dari kebutuhannya.

Perlu diketahui dalam cara membuat disinfektan dari Wipol terbaru harus memperhatikan porsi pembuatannya. Cairan karbol yang sudah dicampur dengan air cukup lama akan berubah aromanya. Selain itu perhatikan juga masa kadaluwarsa dari Wipol jangan sampai sudah melewati batasannya.

2. Cara pencampuran

Setelah semua bahan dan alat yang dibutuhkan sudah tersedia maka Anda bisa memulai proses pembuatannya. Dalam kegiatan ini terdapat langkah-langkah yang tidak bisa dibolak-balik untuk praktiknya. Adapun proses yang harus dilalui bisa dilihat di bawah ini:

  • Gunakan wadah khusus

Untuk melakukan pencampuran bahan ini gunakan wadah khusus yang steril. Direkomendasikan menggunakan wadah dari bahan stainless karena lebih kuat dan tidak mudah terkontaminasi dengan bakteri. Perlu diketahui juga bahwa wadah ini jangan sampai digunakan untuk kebutuhan lainnya apalagi untuk menyimpan makanan.

Lebih baik siapkan satu wadah khusus dan sendok untuk mengaduk bahan disinfektan ini. Tujuannya adalah meminimalisir terjadinya bakteri lain yang berpindah ke dalam wadah ini. Sehingga disinfektan yang dihasilkan nantinya menjadi kurang maksimal kinerjanya.

  • Gunakan takaran yang sesuai untuk wipolnya

Selanjutnya jika wadah yang digunakan sudah siap maka masukkan takaran Wipol sesuai aturannya. Agar lebih maksimal gunakan takaran sebanyak 10 kali dari ukuran tutup botol Wipolnya. Tutup botol ini bisa dijadikan acuan yang tetap karena ukurannya yang tidak berubah.

Takaran ini bisa saja bertambah tergantung banyaknya disinfektan yang akan dihasilkan nantinya. Anda harus berpikir dengan cerdas mengenai setiap takaran untuk ukuran air yang dibutuhkan. Pastikan dalam setiap pembuatan disinfektan ini mencukupi kebutuhan sterilisasi semua perabot dalam rumah.

  • Takaran air

Selain takaran Wipol untuk cara membuat disinfektan dari Wipol terbaik harus memperhatikan takaran airnya juga. Jika ukurannya terlalu banyak jelas khasiat dari disinfektannya juga akan berkurang. Perlu diketahui bahwa untuk ukuran 10 tutup botol Wipol bisa digunakan untuk satu literan air.

Ukuran ini sudah paten dan tidak bisa ditambah atau dikurangi dalam penggunaannya. Anda hanya perlu melakukan perbandingan takaran ketika ingin membuat jumlah disinfektan lebih banyak.

  • Lakukan pencampuran

Setelah semua bahan ini sudah siap dengan takarannya masing-masing maka lakukanlah pencampuran. Gunakan sendok untuk mengaduk jika diperlukan, namun jika campuran sudah menyatu sendiri lebih baik tidak perlu diaduk. Proses pembuatan disinfektan ini sangat cepat jadi bisa dilakukan sesuai kebutuhan saja.

  • Pemindahan wadah

Umumnya dalam proses pengaplikasian disinfektan lebih baik menggunakan wadah semprot. Jadi setelah selesai dicampur bisa langsung dipindah dalam botol semprot. Jadi ketika dibutuhkan bisa langsung digunakan tanpa harus memindahkannya ke wadah yang baru.

 

Baca Juga : Cara Membuat Disinfektan Sendiri Agar Aplikasi Lebih Efektif

 

Fakta Menarik Dari Disinfektan Buatan Sendiri

Dalam pembuatan disinfektan saat ini bisa dilakukan menggunakan bahan yang mudah ditemukan di minimarket. Anda hanya perlu mengetahui setiap takaran yang tepat dari masing-masing bahannya. Pencampuran yang tepat juga akan mendukung tingkat efektivitas dari disinfektan yang dihasilkan.

1. Area yang membutuhkan disinfektan

Demi memutus rantai penularan virus COVID 19 maka pensterilan harus dilakukan dengan maksimal. Lakukan penyemprotan pada area yang banyak digunakan untuk bersama. Anda bisa memulainya dengan sterilisasi pada setiap perabot rumah secara rutin.

Perabot yang rawan dihinggapi virus adalah lemari, kursi, wastafel, toilet dan gagang pintu. Biasanya penyemprotan ini dilakukan sekali sehari untuk frekuensi penggunaan perabot yang sering. Seperti halnya pada bagian gagang pintu yang setiap saat dipegang oleh setiap orang rumah.

2. Pemilihan disinfektan

Saat ini disinfektan sudah mudah untuk ditemukan baik yang terbuat dari bahan alami maupun kimiawi. Namun kebanyakan orang memilih untuk membuatnya sendiri dengan cara membuat disinfektan dari Wipol mudah. Membuat disinfektan sendiri tentu bisa menjadi alternatif untuk menghemat pengeluaran.

3. Bahan untuk pembuatan disinfektan mandiri

Adapun bahan yang bisa digunakan untuk membuat disinfektan mandiri adalah sebagai berikut:

  • Pembersih lantai

Harga pembersih lantai tentu saja sangat terjangkau, apalagi saat ini sudah tersedia banyak ukuran untuk penyesuaian budget. Pembersih lantai juga memiliki aroma yang segar sehingga sekaligus bisa membuat ruangan lebih segar dari sebelumnya.

Untuk takaran dari pembersih lantai ini adalah cukup satu tutup botol saja. Sementara air yang digunakan adalah sekitar lima literan. Tentu saja disinfektan yang dihasilkan bisa lebih banyak nantinya.

  • Cairan pemutih

Bahan kedua yang bisa digunakan untuk disinfektan adalah cairan pemutih. Sama halnya dengan pembersih lantai, cairan pemutih juga memiliki merek yang beragam. Hanya saja dari segi aroma, cairan pemutih ini ada yang memunculkan aroma kuat dan tidak ada aromanya sama sekali.

Untuk takaran yang bisa digunakan dari cairan pemutih ini adalah dua sendok makan saja. Kemudian larutkan dengan air sebanyak satu literan, disinfektan ini sudah cukup digunakan untuk sterilisasi seluruh rumah. Direkomendasikan untuk membuat disinfektan dari cairan pemutih ini dengan jumlah seperlunya saja.

  • Alkohol

Bahan yang satu ini memang sangat direkomendasikan untuk sterilisasi yang lebih baik. Hanya saja untuk konsentrasi 70 persen saat ini masih memiliki harga yang lumayan mahal. Jika Anda memiliki budget yang lebih banyak bisa memilih bahan ini untuk disinfektan.

Tentu saja untuk keperluan semprot menyemprot kebutuhan literannya lebih banyak dari pembuatan handsinitizer biasa. Alkohol konsentrasi 70 persen ini mampu membasmi kuman lebih baik dari bahan lainnya.

  • Karbol

Bahan terakhir yang juga efektif untuk pembuatan disinfektan adalah karbol. Karbol memiliki harga yang lebih mahal dari pembersih lantai namun kandungan pembasmian bakterinya lebih baik. Karbol saat ini juga memiliki varian aroma yang beragam sesuai kebutuhan penggunanya.

Takaran yang digunakan untuk disinfektan dari karbol ini adalah dua sendok makan saja. Kemudian bisa dilarutkan dengan air sebanyak satu literan. Perbandingan ini cukup digunakan untuk sterilisasi rumah dan perabot secara keseluruhan.

Dalam menggunakan cara membuat disinfektan dari Wipol direkomendasikan membuat takaran untuk sekali pakai saja. Penyimpanan disinfektan terlalu lama bisa mengubah aroma dan warnanya. Pembuatan disinfektan juga tidak membutuhkan proses panjang jadi bisa dibuat mendadak sebelum digunakan. Anda juga bisa mencoba membuat macam-macam campuran disinfektan dengan cara Klik Disini.

Cara Membuat Disinfektan Sendiri Agar Aplikasi Lebih Efektif

Saat ini untuk cara membuat disinfektan sendiri adalah suatu hal yang mudah. Disinfektan tidak harus dibeli langsung tapi bisa diolah menggunakan bahan yang mudah ditemukan. Dengan begitu Anda tentu bisa lebih hemat pengeluaran dan melakukan sterilisasi lebih sering dari biasanya.

 

Cara Membuat Disinfektan Sendiri Agar Aplikasi Lebih Efektif

Untuk membuat pengaplikasiannya menjadi lebih efektif Anda harus memperhatikan beberapa hal penting sebagai berikut:

1. Cuci tangan dengan bersih

Tips pertama untuk melakukan sterilisasi menggunakan disinfektan adalah selalu cuci tangan baik sebelum atau sesudah melakukannya. Hal ini bertujuan untuk menghindari adanya bakteri dalam tangan yang berpindah ke aplikator disinfektannya. Selain itu setelah bersentuhan dengan disinfektan juga harus dibersihkan karena berbahaya untuk kulit.

2. Gunakan alat perlindungan diri

Banyak yang meremehkan proses pengaplikasian disinfektan ini karena menggunakan cara membuat disinfektan sendiri terbaru. Padahal bahan yang dipakai jelas mengandung kimiawi yang bisa mengganggu kesehatan tubuh jika penggunaannya tidak sesuai.

Alat perlindungan diri yang bisa dipakai adalah pakaian yang panjang, sepatu karet jika memang penggunaannya untuk area yang luas. Yang terpenting adalah gunakan masker dan sarung tangan sekali pakai untuk perlindungan lebih optimal. Masker dan sarung tangan bisa melindungi bagian tubuh dari paparan bakteri dan disinfektan itu sendiri.

Jangan pernah main-main dengan pengaplikasian disinfektan ini, efek yang diberikan mungkin tidak secara langsung. Jadi hindari kontak langsung disinfektan dengan kulit agar lebih aman.

 

Baca Juga : Cara Membuat Disinfektan Dengan Dettol Yang Beraroma Sehat

 

3. Langsung bersihkan diri

Setelah selesai melakukan sterilisasi jangan lupa untuk melepas semua pakaian yang digunakan terutama masker dan sarung tangannya. Hal ini untuk menghindari adanya disinfektan atau bakteri yang menempel ke alat perlindungan diri tersebut. Barulah Anda bisa melakukan pembersihan diri.

Masker dan sarung tangan sekali pakainya jangan lupa dibuang dan tidak digunakan lagi. Meskipun terlihat bersih namun sebenarnya sudah banyak bakteri yang menempel jadi tidak layak untuk digunakan lagi.

4. Bersihkan dahulu perabot yang sangat kotor

Untuk pembersihan yang lebih efektif jangan lupa perhatikan tingkat kotoran yang terdapat dalam setiap perabotnya. Jika dirasa terlalu kotor jangan langsung melakukan penyemprotan dengan disinfektan, tapi cucilah terlebih dahulu. Debu yang menempel bisa diatasi menggunakan air dan detergen.

Jika kotoran yang ada terlalu tebal bisa menggunakan detergen dan air panas untuk meluruhkan debunya. Gunakan larutan detergen dan air panas untuk merendam perabot yang membutuhkan saja. Setelah bersih barulah bisa disemprotkan disinfektan, perabot akan menjadi lebih bersih dan terhindar dari bakteri yang mengganggu.

5. Semprot secara keseluruhan

Jika perabot yang akan disemprot sudah bersih maka tidak butuh pembersihan terlebih dahulu. Anda bisa menggunakan disinfektan tersebut untuk menyemprotnya secara langsung. Semprotkan pada seluruh bagian perabot sampai semuanya terlumuri dengan baik.

Kemudian diamkan selama lima menitan untuk memastikan semua bakterinya mati. Barulah gunakan handuk bersih untuk membersihkan sisa disinfektan dan bakterinya. Gunakan handuk yang memiliki tingkat penyerapan yang baik agar hasilnya lebih maksimal.

6. Semuanya harus kembali kering

Anda harus benar-benar memastikan semua perabot yang baru disemprot sudah dilap sampai kering. Sisa disinfektan yang tertinggal dalam perabot bisa menimbulkan kerusakan pada perabotnya. Cairan pemutih atau karbol ini bisa mengikis warna perabotnya sehingga mengurangi unsur kecantikannya.

Lakukan pengelapan menggunakan handuk sampai kering sempurna baru pindah untuk mengelap perabot lainnya. Cara ini akan membuat Anda tidak terlalu capek dan terburu-buru mengelap semua perabot secara bersamaan.

Bahan Yang Bisa Digunakan Untuk Disinfektan

Setelah mengetahui tips sterilisasi menggunakan disinfektan, Anda bisa praktik cara membuat disinfektan sendiri terbaik menggunakan bahan di bawah ini:

1. Hydrogen peroxide serta Alkohol 70 persen

Bahan pertama yang bisa digunakan untuk membuat disinfektan adalah campuran hydrogen peroxide dan alkohol 70 persen. Kedua bahan ini juga bisa digunakan secara mandiri sesuai ketersediaan bahannya. Saat ini pencarian bahan hydorgen peroxide termasuk langka dan harganya juga mahal.

Jadi lebih direkomendasikan untuk memilih alkohol 70 persen ini saja. Lakukan pengenceran menggunakan bahan lainnya untuk memenuhi standar pembuatan disinfektannya. Yang terpenting dalam pencampuran ini adalah masa kadaluwarsa dari masing-masing bahan.

Bahan kimia yang sudah kadaluwarsa lebih baik tidak digunakan karena bisa memberikan efek serius untuk penggunanya. Gunakan campuran tunggal seperti cairan pemutih atau karbol. Pilih salah satu saja untuk menghindari adanya reaksi kimia yang tidak diinginkan.

Kemudian untuk penyimpanannya lebih baik dilakukan di dalam botol siap semprot untuk menghindari pemindahan wadah yang terlalu sering. Sehingga ketika dibutuhkan bisa langsung diaplikasikan dengan mudah tanpa harus memindahkan tempatnya.

2. Pembersih lantai

Bahan kedua untuk melengkapi cara membuat disinfektan sendiri terupdate berikutnya adalah pembersih lantai. Saat ini sudah banyak merek pembersih lantai yang bisa digunakan, Anda bisa memilih salah satu di antaranya. Direkomendasikan untuk memilih pembersih lantai yang minim pewangi agar hasilnya lebih efektif.

Pembersih lantai ini memiliki kandungan yang bisa membunuh kuman dan bakteri layaknya disinfektan. Sehingga campurannya bisa dipakai lebih praktis tanpa harus melakukan pencampuran banyak bahan. Untuk ukuran yang bisa dipakai dari pembersih lantai ini adalah cukup satu tutup botol saja dengan campuran air sebagai pengencernya.

3. Karbol

Jika Anda tidak suka dengan aroma pembersih lantai, bahan utama yang bisa dipakai adalah karbol. Karbol memiliki kandungan yang cukup baik untuk membasmi kuman dan bakteri. Kebutuhan penggunaan karbol untuk disinfektan ini juga berbeda takarannya dari pembersih lantai.

Hanya saja dari segi harga, karbol ini cenderung lebih mahal dibandingkan pembersih lantai. Takaran yang bisa dipakai untuk membuat disinfektan dari karbol adalah dua sendok makan saja. Takaran ini berlaku setiap ukuran lima literan air bersih, ukuran ini tentu cukup banyak untuk membuat sebuah disinfektan.

4. Cairan pemutih

Alternatif bahan berikutnya yang bisa digunakan untuk membuat disinfektan adalah cairan pemutih. Cairan pemutih juga sangat banyak mereknya dan mudah ditemukan sehingga bisa dipilih untuk disinfektan yang terjangkau. Takaran yang bisa digunakan untuk pembuatan disinfektan dari cairan pemutih ini adalah sekitar dua sendok makan saja.

Hanya saja campuran air yang digunakan lebih sedikit dibandingkan ketika menggunakan karbol. Untuk dua sendok makan cairan pemutih ini bisa dicampur dengan satu literan air bersih. Kemudian Anda perlu mengaduknya untuk memastikan kedua campuran ini menyatu sempurna.

Direkomendasikan untuk membuat campuran ini ketika digunakan saja tanpa harus menyimpannya dalam waktu yang lama. Cairan dari pemutih ini bisa berubah aroma yang tidak sedap jika disimpan terlalu lama. Jika Anda memilih bahan pemutih untuk disinfektan lebih baik menyimpannya dalam bentuk aslinya saja.

Dalam melakukan cara membuat disinfektan sendiri selalu perhatikan kebersihan wadah dan peralatan yang digunakan. Terlebih pada wadah semprotan atau penyimpanannya jangan lupa untuk mencucinya ketika diganti dengan disinfektan yang baru. Hal ini bisa sebagai langkah antisipasi adanya kontaminasi dengan bakteri yang tidak diinginkan. Anda juga bisa mengikuti beberapa tips membuat disinfektan selengkapnya disini.

Cara Membuat Disinfektan Dengan Mudah Ikuti Tips Berikut

cara membuat disinfektan

Disinfektan merupakan salah satu kebutuhan penting yang harus ada di rumah pada era pandemi ini. Untuk mempermudah pencariannya maka orang-orang wajib tahu cara membuat disinfektan yang efektif. Disinfektan ini bisa dibuat menggunakan bahan alami sekitar maupun cairan buatan pabrik yang nantinya dicampur sesuai porsi yang sesuai. Simak cara membuat disinfektan ala Bintoro Pest berikut.

 

Cara Membuat Disinfektan Dengan Mudah Ikuti Tips Berikut

1. Hindarkan kontak dari bahan organik

Hal pertama yang perlu diperhatikan dalam membuat sebuah disinfektan adalah menghindari kontaminasi dengan bahan organik. Jadi sebelum mengolah atau mencampurkan bahan yang akan dibuat jangan lupa membersihkan semua alat dan wadah terlebih dahulu. Hal ini berguna untuk antisipasi adanya kotoran organik yang menempel.

Jika terdapat bahan organik yang kotor seperti lendir, air campuran debu dan unsur lainnya yang menggenang harap bersihkan terlebih dahulu. Kontak dari bahan organik ini akan membuat kandungan disinfektan menjadi tidak beraturan. Akhirnya tidak akan efektif ketika digunakan.

2. Jangan terlalu lama

Hal berikutnya dalam cara membuat disinfektan terbaik adalah harus memperhatikan waktu pembuatannya. Jangan sampai berbaur dengan cairan disinfektan terlalu lama karena bisa mengganggu kesehatan. Bukan hanya dalam masalah pembuatannya namun untuk pengaplikasiannya juga harus diperhatikan.

Untuk membersihkan permukaan benda yang memiliki pori besar dianjurkan proses penyemprotan hanya sekitar 10 menitan saja. Waktu ini sudah cukup untuk menghilangkan semua virus dan bakteri yang ada. Kemudian untuk proses rendaman peralatan bisa dilakukan sekitar 30 menitan saja.

 

Baca Juga : 5 Cara Membasmi Rayap Sampai KOLONI Efektif dan Terbukti Ampuh

 

3. Perhatikan takaran yang benar

Dalam membuat disinfektan selalu ikuti takaran yang digunakan untuk setiap bahannya, jangan membuat takarannya sendiri. Seperti halnya ketika menggunakan bahan pemutih sebagai unsur utama dalam disinfektannya. Takarannya harus lebih besar air dari pada bahan itu sendiri.

Jadi semisal ingin membuat sebotol disinfektan perbandingan yang bisa digunakan adalah 99 untuk air dan 1 untuk bahan pemutihnya. Tujuannya adalah untuk bisa mencapai sodium hipoklorit yang nantinya bisa menjadi anti bakteri yang bagus. Perhatikan pengenceran untuk kebutuhan pembuatan disinfektan yang lebih banyak.

4. Hindari penggunaan air panas

Tips berikutnya untuk cara membuat disinfektan tercepat adalah jangan menggunakan air panas ketika membuat disinfektan. Selain memiliki resiko cukup tinggi untuk kulit manusia, air panas ternyata memiliki dampak buruk untuk efek disinfektan yang dihasilkan.

Disinfektan yang dibuat mengandung sodium hiplokorit, sehingga ketika pencampurannya menggunakan air panas maka kandungannya akan berkurang. Air panas juga membuat penyimpanan disinfektan menjadi sulit karena bisa melelehkan wadah penyimpanannya. Bahkan ketika harus mendinginkannya Anda harus siap jika terjadi kontaminasi dengan suhu luar yang terlalu lama.

5. Perhatikan penggunaan bahan pemutih

Dalam pembuatan disinfektan ternyata Anda harus benar-benar memperhatikan pemilihan bahan pemutih yang digunakan. Baca kandungan ingredients dalam setiap kemasan bahan pemutih untuk mendapatkan sodium hipoklorit yang lebih banyak. Hal ini banyak yang tidak memperhatikannya dan asal membeli bahan pemutih.

Umunya dalam sebuah bahan pemutih kandungan yang cocok untuk dipilih adalah antara 2 sampai dengan 5 persen. Ukuran ini sudah bisa memenuhi kebutuhan pembuatan disinfektan yang efektif. Jadi proses sterilisasi yang dilakukan bisa membuahkan hasil lebih maksimal.

Macam-Macam Campuran Disinfektan Dan Proses Pembuatannya

Setelah mengenal beberapa hal penting dalam penggunaan disinfektan, Anda harus tahu praktik cara pembuatannya sebagai berikut:

1. Siapkan bahan yang dibutuhkan

Layaknya eksekusi pada umumnya, dalam pembuatan disinfektan juga membutuhkan beberapa campuran di dalamnya. Anda bisa menyiapkan beberapa bahan penting seperti di bawah ini:

  • Karbon
  • Pemutih pakaian

Jangan lupa memilih kandungan yang diperlukan lebih banyak.

  • Cairan pembersih lantai
  • Alkohol

Pilih konsentrasi alkohol yang 70 persen.

  • Bahan hydrogen peroksida sebanyak 3 persen

Dikarenakan bahan ini sulit untuk ditemukan biasanya digantikan dengan cairan pemutih pakaian.

2. Campuran pertama

Untuk cara membuat disinfektan efektif cukup banyak takaran yang bisa digunakan, salah satunya adalah campuran yang pertama ini. Campuran pertama ini menggunakan bahan air dan karbol. Anda yang menemukan bahan karbol cukup banyak bisa menggunakannya sebagai disinfektan.

Aturan percampurannya adalah air sebanyak satu liter dan 10 kali ukuran tutup botol karbol untuk satu buah cairan. Cairan ini sangat cocok digunakan untuk kebutuhan  disinfektan semprot yang efektif. Jadi pindahkan cairan yang sudah jadi pada wadah semprot agar lebih efektif.

Untuk disinfektan yang satu ini lebih baik dibuat mendadak sebelum digunakan agar lebih ampuh dalam membunuh bakteri. Karbol dan air bisa terkontaminasi jika dibuat cukup banyak dan tidak segera digunakan.

3. Campuran kedua

Untuk campuran kedua ini menggunakan bahan cairan pemutih, cairan ini paling banyak dipilih karena harganya yang murah dan mudah ditemukan. Cairan disinfektan yang ini banyak dipakai untuk membersihkan perabot rumah dan perendaman untuk volume yang lebih banyak.

Namun bagi yang ingin praktis dalam membuat jenis disinfektan tidak perlu khawatir, karena tipe ini juga bisa digunakan untuk semprot. Anda tinggal memindahkannya pada wadah semprot saja. Untuk takaran yang bisa digunakan adalah air sebanyak satu liter dan cairan pemutihnya sebanyak satu tutup botol saja.

Disarankan untuk membuat cairan disinfektan seperlunya saja untuk menghindari adanya kontaminasi. Lebih baik simpan bahan cairan pemutih yang belum dicampur dengan air karena bisa awet dari yang sudah dicampur. Simpan dengan baik semua bahan yang digunakan pada tempat yang kering dan aman.

4. Campuran ketiga

Campuran yang ketiga ini juga bisa digunakan untuk menambah stok persediaan disinfektan di rumah Anda. Bahan utama yang dipakai adalah cairan pemutih dan air saja. Perbandingan yang bisa dipakai untuk membuatnya adalah 100:1, 100 untuk ukuran air dan 1 untuk bahan cairan pemutihnya.

Hanya saja untuk takaran disinfektan yang ini membutuhkan perkiraan yang lebih detail dari campuran sebelumnya. Anda benar-benar harus memperhatikan kandungan sodim hopoklorit dari bahan pemutih yang digunakan. Cairan disinfektan ini membutuhkan kandungan yang lebih besar dari lainnya. Namun keampuhannya memang lebih efektif dibandingkan lainnya.

Jika kandungannya hanya sekitar 2,5 persen saja dari bahan pemutih yang digunakan maka takarannya harus dua kali lipat. Namun jika sudah memenuhi sebanyak 5 persen maka bisa mengikuti aturan perbandingan yang sudah ada. Disinfektan yang satu ini bisa digunakan untuk semua kebutuhan pembersihan bakteri dalam rumah.

Dikarenakan penggunaan bahan pemutihnya lebih banyak jadi jangan terlalu lama membiarkannya kontak dengan perabot rumah. Hal ini bisa membuat warna cat atau lapisannya menjadi terkelupas atau menurun. Cepat lap menggunakan handuk kering untuk menyerap bakteri dan disinfektan yang tersisa. Handuk dengan penyerapan yang baik sangat menunjang pembersihannya.

Selalu gunakan sarung tangan dan masker ketika praktik cara membuat disinfektan atau sedang mengaplikasikannya. Hal ini bisa melindungi kulit dan tubuh Anda dari efek samping penggunaan bahan kimia ini. Lakukan sterilisasi secara rutin setiap hari pada bagian perabot dan lokasi yang sering digunakan secara bersama.

Jika Anda tidak mau repot dan lebih baik di tanggani oleh tenaga ahli, Anda bisa langsung menghubungi Bintoro Pest dengan cara Klik Disini.

Untuk Anda yang sedang mencari artikel tentang disinfektan, bisa baca artikel terkait :

11 Cara Mengusir Lebah yang Jadi Hama di Rumah Anda

cara mengusir lebah

Lebah merupakan hewan yang sudah banyak dikenal orang bisa menyengat. Mereka biasanya akan menyengat bila dalam keadaan yang terancam. Untuk itu penting bagi Anda mengetahui cara mengusir lebah jika mereka ada di sekitar Anda. terutama jika dalam jumlah yang banyak seperti ada sarang lebah di sekitar rumah atau lingkungan Anda.

Lebah tersebut bisa menyebabkan berbagai macam gejala atau efek lainnya yang cukup tidak nyaman untuk tubuh. Oleh karena itu berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengusir lebah ala Bintoro Pest.

 

Cara mengusir lebah yang menjadi hama di rumah

1. Tanaman pengusir lebah

cara mengusir lebah

 

 

Cara yang pertama dan juga alami adalah dengan menanam tanaman yang tidak disukai oleh lebah. Lebah biasanya akan lebih tertarik pada aroma tanaman yang manis, untuk itu Anda bisa menanam tanaman dengan aroma yang berbeda dimana tidak mereka sukai.

Beberapa jenis tanaman tersebut seperti penny royal, serai, apsintus, eukaliptus, dan herba timi. Tanamlah tanaman tersebut disekitar rumah Anda atau yang dekat dengan sarang lebah agar mereka merasa terganggu sehingga juga akan pergi dari lingkungan tersebut.

2. Menggunakan perangkap lebah

cara mengusir lebah

Cara selanjutnya adalah dengan membuat jebakan lebah. Anda bisa membuat perangkap lebah menggunakan botol soda yang berukuran 2 l. Nantinya lebah akan tertarik untuk masuk ke dalam botol dan mereka tidak bisa keluar lagi karena Anda membalik bagian atas botol soda tersebut. Berikut adalah cara yang bisa Anda lakukan untuk membuat jebakannya:

    • Potong botol soda berukuran 2L beberapa sentimeter.
    • Tempatkanlah itu luar-dalam pada bagian bawah botol.
    • Berikan selotip kedua potongan tersebut secara bersamaan.
    • Tuangkan 1-3 cm cairan manis, Anda juga bisa menggunakan campuran air dan gula.
    • Biarkan di luar atau pada tempat yang terdapat banyak lebahnya agar mereka bisa masuk perangkap tersebut.

3. Membersihkan sisa makanan

cara mengusir lebah

Membersihkan sisa makanan setelah Anda makan bersama keluarga di luar rumah seperti di halaman juga bisa menjadi cara mengusir lebah dengan mudah. Walaupun Anda hanya menikmati makan di teras atau di halaman saja, namun hal tersebut sudah bisa mengundang para lebah untuk datang.

Jadi agar mereka tidak semakin banyak, sesegera mungkin bereskan sisa makanannya dengan bersih.

 

Baca Juga : 7 Cara Mengusir Tawon dan Solusi Jika Tersengat Lebah

 

4. Melakukan pembasmian di malam hari

cara mengusir lebah

Lebah merupakan hewan yang lebih aktif di siang hari daripada di malam hari. Mereka akan mencari sari bunga untuk dijadikan madu di siang hari. Untuk itu Anda bisa memanfaatkannya dengan membasmi sarang lebah tersebut di malam hari. Agar tidak kesulitan saat melakukannya, Anda bisa menggunakan lampu dengan warna merah.

Hal ini karena lampu tersebut memiliki hasil pancaran yang tidak terlalu terang. Selain itu jangan lupa untuk mengenakan pelindung diri agar Anda tidak disengat lebah dalam jumlah yang banyak. Jika Anda tidak memiliki baju khusus untuk membasmi lebah, maka gunakan pakaian berlapis hingga tebal agar mereka tidak bisa menyengat kulit Anda secara langsung.

5. Insektisida khusus untuk lebah

cara mengusir lebah

Terkadang memang membasmi lebah cukup menyulitkan jika dilakuan satu persatu. Untuk itu Anda bisa menggunakan insektisida yang khusus digunakan untuk lebah dengan cara membasmi secara langsung ke bagian sarangnya. Anda bisa membeli insektisida tersebut secara khusus di toko bahan kimia. Biasanya insektisida akan berupa cairan atau aerosol.

Selain itu juga ada dalam bentuk bubuk yang dipercaya lebih ampuh untuk mengusir lebah. Cara mengusir lebih dari rumah menggunakan bubuk insektisida tersebut adalah dengan cara mengoleskan bubuk insektisida pada bagian sarangnya secara merata. Akibatnya nanti sarang lebah akan berubah kaku sehingga lebah yang ada di dalamnya juga akan ikut melemah.

6. Menggunakan asap pembakaran

Cara yang selanjutnya adalah menggunakan asap pembakaran. Asap tersebut bisa membuat lebah menjadi lebih lemah. Caranya juga mudah, Anda hanya perlu membakar daun-daunan kering tepat pada bagian bawah sarang lebah. Asap tersebut nantinya akan membumbung ke bagian atas secara langsung ke sarang lebahnya.

Sebaiknya usahakan agar asap tersebut bertahan hingga 2 jam. Akibatnya nanti lebah akan kesulitan untuk bernafas karena asapnya dan membuat mereka meninggalkan sarang. Jika sudah lebih dari 2 jam, Anda bisa memukul sarangnya agar terjatuh dan ikut terbakar dengan sampah tadi.

Biasanya cara ini akan lebih cocok untuk mengusir sarang lebah yang menggantung di pohon sekitar rumah Anda.

7. Menyemprotkan merica

Merica yang biasanya digunakan untuk bumbu dapur ternyata juga bisa Anda manfaatkan untuk mengusir lebah. Caranya dengan membuat ramuan merica dari 6 sendok makan bubuk merica, air putih satu cangkir dan 3 sendok makan cabai bubuk.

Masak semua bahan tersebut hingga mendidih dan masukkan cairannya pada botol semprot. Ramuan tersebut bisa secara langsung Anda semprotkan pada sarang lebah untuk membantu mengusirnya.

8. Bawang putih

Selain merica, juga ada bawang putih yang bisa digunakan sebagai cara mengusir lebah secara alami. Aroma dari bawang putih yang cukup menyengat tersebut akan membuat lebah meninggalkan sarang mereka.

Anda bisa menggunakan bubuk bawang putih yang Anda temukan di toko-toko dengan mudah. Caranya hanya dengan menaburkan bubuk bawang putih tersebut pada sarangnya dan di sekitar letak sarang tersebut agar mereka merasa terganggu.

9. Kapur barus

Kapur barus atau kamper yang banyak digunakan untuk mengharumkan lemari ternyata memiliki aroma yang tidak disukai oleh lebah. Bahkan kapur barus ini juga bisa membantu untuk mengusir hewan serangga lainnya seperti semut.

Cara menggunakannya juga cukup mudah. Anda hanya perlu menggantung kaos kaki yang sudah diisi dengan kapur barus di dekat sarang lebah tersebut. nantinya mereka akan merasa terganggu dengan aroma harum dari kapur barus sehingga juga akan lebih cepat meninggalkan sarangnya.

10. Cuka

Cairan cuka dikenal berguna untuk membersihkan noda, namun selain itu cuka juga bisa digunakan untuk membantu menghilangkan lebah dari sekitar rumah Anda. Cuka tersebut akan Anda semprotkan ke sarang lebah agar mereka bisa pergi dan membuat sarang baru di tempat lain.

Namun sebelum itu buatlah terlebih dulu campuran ¼ sendok makan cuka dengan ¼ air. Masukkan ke dalam botol penyemprot dan semprotkan secara langsung pada sarang tawon tersebut. Bahkan ramuan ini juga bisa Anda gunakan untuk mengusir lebah yang masuk ke dalam rumah. Hanya saja pastikan agar cairan tersebut tidak sampai mengenai mata Anda.

11. Sabun cuci piring

Cara mengusir lebah yang terakhir adalah menggunakan sabun cuci piring. Caranya dengan mencampurkan 1L air panas dengan sabun cuci piring secukupnya hingga berbusa. Kemudian masukkan ke dalam semprotan.

Semprotkan cairan tersebut pada bagian masuk sarang. Cara mengusir lebah dengan cara ini termasuk cara yang ampuh dan mudah karena Anda bisa mendapatkan sabun cuci piring tersebut dengan mudah. selain itu juga hanya perlu menyemprotkannya saja. Selamat mencoba.

7 Cara Mengusir Tawon dan Solusi Jika Tersengat Lebah

Mengetahui cara mengusir tawon adalah hal yang penting jika lingkungan rumah Anda terdapat sarang tawon atau Anda sedang dikejar tawon. Sengatan tawon cukup berbahaya karena rasanya juga cukup sakit. Sengatan tawon mengandung racun yang bisa menyebabkan rasa nyeri, gatal-gatal, terbakar sampai pembengkakan.

Untuk itu lebih baik memang mencegah degan mengusir tawon itu sebelum bertambah banyak dan menjadi berbahaya. Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengusir tawon.

 

Cara mengusir tawon di sekitar Anda

 

1. Menanam pohon pengusir hama

Cara yang pertama adalah dengan menanam pohon pengusir hama. Ada beberapa jenis pohon yang bisa membantu untuk menjauhkan tawon. Bahkan juga bisa mengusir jenis hama yang lainnya. Jenis pohon tersebut adalah tanaman mint.

Tawon tidak menyukai jenis tanaman yang satu ini. Aroma dari tanaman mint yang tidak disukainya bisa membantu untuk mengusir tawon sehingga mereka juga tidak akan kembali. Dengan begitu lingkungan rumah Anda akan aman dari kunjungan tawon.

2. Kayu manis

Kayu manis biasanya banyak dimanfaatkan untuk menjadi bumbu dapur. Namun ternyata rempah-rempah ini juga bisa membantu untuk mengusir tawon. Anda bisa menggunakan beberapa kayu manis dan haluskan hingga menjadi serbuk.

Untuk menggunakannya, taburkan bubuk kayu manis tersebut di sekitar sarang tawon. Lakukan hal tersebut dengan rutin kurang lebih selama satu minggu. Aroma kayu manis yang wangi akan menarik perhatian tawon sehingga mereka juga akan memindahkan sarangnya ke tempat lain.

 

Baca Juga : 7 Cara Mencegah Gigitan Nyamuk di Rumah Dengan Efektif

 

3. Jasa pembasmi hama

Jika beberapa cara di atas masih kurang ampuh untuk mengusir tawon, maka Anda bisa menggunakan jasa pembasmi hama. Jasa tersebut sudah terlatih dan berpengalaman dalam mengusir tawon.

Mereka akan mengusir hingga membersihkan sisa sarang tawon yang ada di rumah atau sekeliling rumah Anda. Dengan begitu tawon akan pergi dan sarangnya bisa hilang dengan bersih.

4. Menghancurkan sarangnya

Cara mengusir tawon lebah yang selanjutnya bisa Anda coba adalah dengan menghancurkan sarangnya. Tawon biasanya tidak akan terbang terlalu jauh dari sarangnya. Jadi ketika ada tawon, maka kemungkinan posisi atau letak sarangnya akan ada di sekitar Anda juga.

Cara yang ampuh untuk mengusir tawon agar tidak kembali lagi adalah dengan menghancurkan sarangnya. Ada berbagai macam cara yang bisa Anda lakukan untuk mengusir atau menghancurkan sarangnya.

Anda bisa mencoba dengan menyalakan api kecil dan menaruhnya di bawah sarang tawon tersebut. Asap dari tawon tersebut akan masuk ke dalam sarang dan mengganggu pernafasannya. Dengan begitu mereka juga akan keluar dari sarang dan berusaha untuk mencari rumah yang baru.

5. Air dan sabun

Siapa yang mengira bahwa air dan sabun adalah cara yang bisa dilakukan untuk mengusir tawon. Anda hanya perlu membuat racikan berupa air sabun dan masukkan ke dalam botol spray atau botol penyemprot. Kemudian semprotkan ke sekitar halaman rumah atau di sekitar rumah tawon tersebut.

Sabun bisa menyebabkan tawon keracunan karena akan menyumbat sistem pernafasannya. Dengan begitu tawon nantinya akan mati dengan perlahan setelah terkena air sabun. Anda hanya perlu mencampurkan sekitar 2 sendok sabun cuci piring dengan air dan masukkan ke dalam botol semprot.

6. Jebakan air dan gula

Mungkin beberapa orang mengira apakah cara ini bisa berhasil karena tawon menyukai Sesuatu yang manis. Ternyata hal ini sangatlah efektif untuk mengusir tawon. Anda hanya perlu menggunakan air dan gula yang dicampurkan kemudian masukkan ke dalam botol kecil.

Cara ini cocok untuk tawon yang tidak sengaja masuk ke dalam rumah. Tawon akan mendekat dan mencoba untuk mengambil cairan manis tersebut dengan cara masuk ke dalam botol. Ketika tawon sudah masuk ke dalam botol maka tawon akan terjebak di dalamnya dan kesulitan untuk keluar lagi. Baru Anda bisa membuang botol tersebut.

7. Minyak peppermint

Cara mengusir tawon di halaman yang terakhir adalah menggunakan minyak pepermin. Minyak pepermin ini termasuk bahan yang alami sehingga tidak akan menimbulkan efek samping untuk lingkungan dan juga untuk Anda.

Selain itu harganya juga cukup terjangkau dan mudah Anda temukan. Menurut sebuah penelitian di tahun 2013, tawon akan menghindar jika dihadapkan dengan sesuatu yang berbau mint.

Untuk menggunakannya juga cukup mudah. semprotkan minyak pepermin tersebut di tempat yang banyak tawonnya atau juga bisa menyemprotkannya menggunakan kapas dan letakkan dekat dengan sarang tawon. Dengan begitu nanti tawon akan lebih cepat pergi.

Cara mengatasi sengatan lebah

Banyak orang pasti mengetahui bahwa efek atau gejala dari sengatan lebah memang sangat menyakitkan. Bahkan ada juga yang bisa sampai demam karena sengatan lebah tersebut. Untuk itu berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi sengatan lebah.

1. Lepaskan aksesoris di sekitar area yang tersengat

Pertama adalah melepaskan terlebih dulu aksesoris pada daerah yang tersengat. Misalnya jika Anda tersengat di daerah jari, maka lepaskan cincin yang Anda gunakan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi risiko sengatan yang akan membengkak.

2. Lepaskan penyengat sesegera mungkin

Tawon atau lebah akan menyalurkan racunnya pada alat penyengatnya. Alat penyengat tersebut berbentuk seperti jarum kecil yang akan menusuk Anda. Ketika lebah sudah melepaskannya atau sudah menyengat Anda, maka penyengat tersebut masih menempel pada kulit dan berisi racun. Racun itulah yang berbahaya karena bisa menyebabkan efek lainnya yang lebih parah.

Untuk itu segera setelah Anda tersengat lebah, lepaskan penyengat yang tertinggal dalam waktu 30 detik. Anda bisa menggunakan pinset, kuku atau lainnya. Namun pastikan agar Anda tidak sampai meremas kantong racun tersebut.

Tujuannya untuk membatasi agar jumlah racun yang masuk ke aliran darah tidak terlalu banyak. Untuk itu memang sangat penting mengetahui cara mengusir tawon secara alami agar Anda juga tidak sampai tersengat.

3. Mencuci area yang tersengat

Jika penyengat sudah Anda lepaskan dari kulit, maka selanjutnya adalah cuci area yang tersengat tersebut dengan air mengalir dan sabun:

4. Kompres dengan air dingin

Ketika racun dari tawon tersebut sudah masuk ke pembuluh darah, maka akibatnya area yang tersengat nanti akan mengalami pembengkakan. Pembengkakan tersebut tentunya akan sangat mengganggu dan menyakitkan. Untuk mengurangi terjadinya pembengkakan agar tidak bertambah parah, Anda bisa mengompres area sengatan menggunakan air dingin.

5. Meminum antihistamin

Cara yang terakhir adalah dengan meminum antihistamin. Obat ini akan bekerja untuk membantu mengurangi gejala atau efek dari sengatan tawon. Seperti rasa gatal, pembengkakan hingga reaksi radang lainnya. Jika Anda merasa gejalanya bertambah berat dan parah, maka disarankan untuk segera mencari pertolongan medis.

Demikian artikel mengenai cara mengusir tawon dan mengobati sengatan tawon. Akan lebih baik mencegah daripada mengobati, jadi bebaskan rumah dari hama tawon dengan jasa pembasmi hama Bintoro Pest.

7 Cara Mencegah Gigitan Nyamuk di Rumah Dengan Efektif

Cara mencegah gigitan nyamuk dengan mengoleskan minyak pada bagian yang gatal pasti sudah biasa. Namun terkadang cara tersebut masih tidak bisa mencegah nyamuk untuk menggigit bagian tubuh yang lainnya. Akibatnya tetap sama saja dimana Anda akan bisa tergigit nyamuk.

Gigitan nyamuk memang menjadi hal yang biasa. Akan tetapi di musim pancaroba dimana curah hujan cukup tinggi membuat banyak nyamuk juga akan lebih mudah berkembang biak. Sehingga intensitas untuk gigitan nyamuk akan semakin tinggi. Untuk itu guna mencegah penyebaran nyamuk dan gigitannya, Anda bisa melakukan beberapa hal seperti berikut ini.

 

Cara mencegah gigitan nyamuk di rumah

1. Menanam tanaman yang tidak disukainya

Pertama yang bisa Anda lakukan adalah dengan menanam tanaman tertentu dimana tanaman tersebut tidak disukai nyamuk. Tanaman itu biasanya memiliki aroma yang bagi nyamuk cukup menyengat. Sehingga mereka tidak akan masuk pada ruangan tersebut.

Beberapa jenis tanaman tersebut seperti serai, marigold, lavender, dan kemangi. Bahkan beberapa jenis tanaman tersebut juga bisa Anda gunakan sebagai dekorasi ruangan. Namun perlu diperhatikan bahwa penanaman atau penggunaan tanaman tersebut di dalam ruangan tidak bisa secara langsung mengusir semua nyamuk. Setidaknya jumlah nyamuk yang ada pada ruangan tersebut bisa berkurang.

2. Minyak esensial penangkal nyamuk

Penggunaan minyak esensial ini juga bisa membantu untuk menangkal nyamuk. Hal ini sangat bagus terutama bagi Anda yang memang tidak bisa menggunakan obat nyamuk dengan bahan kimia karena alergi dan sebagainya.

Beberapa jenis minyak bisa membantu untuk menangkal nyamuk. Misalnya minyak kayu putih, minyak serai, minyak pepermin, dan minyak tea tree. Jenis minyak tersebut bahkan juga bisa membantu mengurangi gejala dari penyakit tertentu.

 

Baca Juga : 5 Cara Menghindari Gigitan Nyamuk dan Mencegahnya Datang

 

3. Membersihkan genangan

Cara mencegah gigitan nyamuk di rumah selanjutnya yang bisa Anda lakukan adalah dengan membersihkan genangan. Banyak orang pasti sudah mengetahuinya bahwa kondisi lingkungan dengan banyak genangan adalah tempat yang bagus bagi nyamuk untuk berkembang biak.

Untuk itu agar nyamuk tidak semakin banyak berkembang biak di sekitar lingkungan Anda, maka bersihkan genangan airnya. Jika ada di halaman maka sebisa mungkin jangan sampai ada air yang menggenang.

Sedangkan untuk di dalam rumah, seperti pada bak mandi, penampungan air, kolam renang dan lainnya bisa Anda berikan bubuk pembunuh jentik nyamuk dan bersihkan dengan rutin.

4. Menghindari memproduksi CO2 berlebihan

Nyamuk akan mendeteksi sasaran untuk digigitnya melalui karbon dioksida atau CO2. Ketika detak jantung Anda meningkat, maka produksi karbon dioksida juga akan semakin banyak. Minum minuman beralkohol, stres, makan makanan pedas, olahraga dan banyak bergerak bisa meningkatkan produksi karbon dioksida yang lebih banyak.

Untuk itu guna menghindari terlalu sering digigit nyamuk, hindari untuk memicu tubuh menghasilkan banyak karbon dioksida secara berlebihan. Terutama untuk jam rawan nyamuk seperti malam hari.

5. Menggunakan pakaian berwarna terang

Mungkin beberapa orang tidak mengetahui hal ini, bahwa menggunakan pakaian yang terang bisa membantu mencegah agar Anda tidak digigit nyamuk. Ketika mencari mangsa di siang hari, nyamuk cenderung terbang dekat dengan lantai atau tanah.

Mereka akan mencari target dengan warna yang kontras dengan cakrawala. Itulah mengapa jika Anda menggunakan pakaian dengan warna yang gelap, Anda juga lebih cepat digigit oleh nyamuk. Jadi salah satu cara untuk menghindari hal tersebut adalah dengan menggunakan pakaian berwarna terang.

6. Jangan terlalu banyak berkeringat

Alasan yang membuat nyamuk lebih sering menggigit Anda adalah karena produksi zat kimia tertentu dalam tubuh yang dilepaskan ketika Anda dalam keadaan yang berkeringat. Untuk itu cara mencegah gigitan nyamuk secara alami adalah hindari terlalu banyak berkeringat.

Selain dikarenakan aktivitas yang banyak menguras tenaga, keringat juga bisa disebabkan karena stres dan cuaca yang panas.

7. Menyalakan kipas angin

Cara yang terakhir untuk mencegah gigitan nyamuk adalah dengan menyalakan kipas angin. Hembusan angin dari kipas angin yang sepoi-sepoi akan menyulitkan nyamuk untuk terbang di sekitar Anda.

Anda bisa menyalakan dan mengarahkan kipas angin ke bagian bawah tubuh. hal ini karena nyamuk biasanya akan terbang rendah guna menghindari angin. Dengan begitu, nyamuk yang tadinya akan menggigit Anda bisa kesulitan karena adanya hembusan angin.

Kelebihan bahan alami untuk menghilangkan bekas gigitan nyamuk

Sudah menjadi hal yang biasa bahkan refleks ketika Anda baru saja terkena gigitan nyamuk dan sesegera mungkin menggaruknya. Hal ini karena efek gatal yang dihasilkan akibat gigitan tersebut.

Namun menggaruk gigitan nyamuk ternyata tidak disarankan. Bekas gigitan nyamuk jika Anda garuk maka bisa saja menjadi luka bahkan infeksi. Akibatnya nanti, bekas gigitan tersebut justru akan menimbulkan bekas luka baru:

• Cuka apel

Anda bisa menggunakan cuka apel untuk menghilangkan bekas gigitan nyamuk. Cuka apel ini merupakan bahan alami sehingga ketika Anda menggunakannya untuk menghilangkan bekas gigitan, tidak akan menimbulkan luka baru atau efek samping baru.

Bahkan ketika Anda mengoleskan cuka apel, rasa gatal akibat gigitan nyamuk tersebut bisa reda dengan lebih cepat sehingga Anda juga tidak memiliki keinginan untuk menggaruknya.

• Madu

Cara mencegah gigitan nyamuk yang efektif memang tidak bisa menggunakan madu. Namun madu tersebut bisa Anda manfaatkan untuk membantu meredakan dan menghilangkan bekas gigitan nyamuk.

Kelebihannya adalah madu memiliki sifat antiseptik yang alami dimana tidak menyebabkan iritasi pada kulit Anda. Adanya kandungan antiseptik tersebut memang ampuh untuk membantu memudarkan bekas gigitan nyamuk. Anda bisa menggunakan madu tersebut yang dioleskan pada bekas gigitan dan tutup dengan perban semalaman.

• Bawang putih

Bawang putih selain tidak disukai oleh nyamuk karena aromanya, ternyata juga bisa membantu untuk meredakan bekas gigitan nyamuk. Hal ini karena kandungannya berupa antiseptik alami sehingga bisa meredakan gatal karena gigitan nyamuk. Selain itu bawang putih juga sekaligus bisa meredakan bekas gigitan nyamuk.

Anda hanya perlu menggunakan bawang putih yang sudah dipotong menjadi dua dan oleskan atau gosokkan pada bekas gigitan nyamuk tersebut. Gunakan cara ini untuk menghilangkan bekas gigitannya secara rutin.

• Putih telur

Putih telur selain dikonsumsi juga bisa membantu untuk meredakan dan menghilangkan bekas gigitan nyamuk. Kelebihan menggunakan putih telur ini adalah untuk menggunakannya cukup mudah.

Anda hanya perlu mengoleskan putih telur pada bagian kulit yang menjadi bekas gigitan. Dikarenakan bahan yang digunakan adalah bahan yang alami, sehingga bahan ini juga aman digunakan pada kulit. Bahkan Anda juga bisa menggunakannya pada area wajah. Guna hasilnya lebih maksimal, gunakan dan diamkan semalaman dan bersihkan ketika mandi pagi.

Demikian artikel mengenai cara mencegah gigitan nyamuk dan kelebihan menggunakan bahan alami untuk menghilangkan bekas gigitan nyamuk yang mungkin akan berguna untuk Anda. Namun, jika hama nyamuk sudah menyerang, Anda bisa minta bantuan jasa pembasmi hama Bintoro Pest untuk mengatasinya.